Senin, 30 Maret 2009
catatan iii
jika ia kupukupu ia akan menghilang ia akan dilupakan dalam sepersekian detik kali tatapan tapi tidak denganmu memandang matamu seperti memandang laut yang berkabut laut yang dalam tempat ikanikan purba berenang menunggu ajal serupa aku yang terus memandangmu tak bosanbosan menuju maut aku mencintai maut seperti cinta kepadamu yang terus melekat dan mengincar kelemahankelemahan untuk terus ada aku menanyakan pada ibu “apa yang harus kepersembahkan untuknya seseorang yang kalap dalam hidup dan menikmati setiap lelaki yang hinggap?” aku tak biasa untuk mengalah bu terkadang itu menyakitkan atas tubuhtubuhku yang demikian koyak menyakitkan membuka lembaranlembaran baju menanggalkan rasa sesal untuk masa muda yang histeris betapa entengnya hidup dalam hirupan kopikopi yang kau pesan betapa entengnya hidup ringan dan melayang dan aku ingin menukarnya aku merindukan mata sayu mu dan berharap tersesat didalamnya menjalani hamparan hidup yang berat dalam segala cemburucemburu
Senin, 16 Maret 2009
diantara sajaksajaknya
terselip diantara katakata yang tak sempat masuk dalam rombongan sirkus katakatamu
murung dan diam tak lagi ingin di dengar tak lagi ingin dibaca tak lagi ingin ditulis
ingin berdiam diri menanyakan pada diri sendiri pantaskah ia lahir dan berlari diantara sajaksajak ngepop ini bergumam dan mengutuk kepada setiap penyair
akulah katakata yang selalu tersesat mencari alamat yang tak tertera dalam peta
setiap senja setiap rimba dalam sajaksajak yang tak berhasil
akulah anak itu yang selalu gemetar menatap jalan menatap persinggahanpersinggahan dengan gelisah ingin selalu mematamataimu dalam segala gerak yang selalu hendak ingin aku baca
dan itu melelahkanmu membuangbuang waktu mengorbankan diri sendiri
ataukah aku hanya seorang peragu yang tolol dalam segala ketaktercapaian
mengutuk siapasiapa yang telah berlari dengan pedih perihnya
ia merasa telah dipecundangi dari rasa nyerinya yang bersambungsambung
bila memang dalam sajaksajaknya ada sajakku dan sajakmu atau sajak mereka
kita tutup saja lembaran sajak ini tanpa tangis tertahan
dan berharap semoga penyair itu tak termasuk yang dikutuk nabinabi
folder itu kemudian ia delete dengan raguragu dengan sedikit rasa kehilangan yang canggung
murung dan diam tak lagi ingin di dengar tak lagi ingin dibaca tak lagi ingin ditulis
ingin berdiam diri menanyakan pada diri sendiri pantaskah ia lahir dan berlari diantara sajaksajak ngepop ini bergumam dan mengutuk kepada setiap penyair
akulah katakata yang selalu tersesat mencari alamat yang tak tertera dalam peta
setiap senja setiap rimba dalam sajaksajak yang tak berhasil
akulah anak itu yang selalu gemetar menatap jalan menatap persinggahanpersinggahan dengan gelisah ingin selalu mematamataimu dalam segala gerak yang selalu hendak ingin aku baca
dan itu melelahkanmu membuangbuang waktu mengorbankan diri sendiri
ataukah aku hanya seorang peragu yang tolol dalam segala ketaktercapaian
mengutuk siapasiapa yang telah berlari dengan pedih perihnya
ia merasa telah dipecundangi dari rasa nyerinya yang bersambungsambung
bila memang dalam sajaksajaknya ada sajakku dan sajakmu atau sajak mereka
kita tutup saja lembaran sajak ini tanpa tangis tertahan
dan berharap semoga penyair itu tak termasuk yang dikutuk nabinabi
folder itu kemudian ia delete dengan raguragu dengan sedikit rasa kehilangan yang canggung
Jumat, 06 Maret 2009
resahresah yang harus dicatat, agar kau tahu
catatan i
mari ceritakan padaku tentang riwayat kesepian itu yang selalu mengajakmu bercengkerama pelan tentang sepi tentang hidup yang terasing tentang perih dadamu tentang tuhan yang berpaling
kau ingin menjabattangannya di suatu hari mencengkeram kuat dan menggoyang angkuh berucap “kenalkan aku yang menulismu yang mengajakmu tamasya katakata dan membelengumu dalam sajaksajak bebas, kenalkah kau pada seorang pemburu katakata yang terperangkap katakata dan takluk pada katakata, apakah kau mengenalnya seperti kau mengenal dirimu?”
kadang ia terlihat bodoh dan terperangkap kadang ia hanya samarsamar seperti bayangan hitam kadang ia menjelmakan dirinya menjadi sebuah ruangan memanggul waktu dengan terengahengah dan gontai seperti seorang tua pemabuk yang ingin menguasai alam semesta seperti seorang pemabuk tua yang bercitacita menjadi tuhan kemudian tersandung jatuh dan kesleo
ia tertawa ia pernah bercitacita menaklukan waktu mengecup pipipipinya dengan bernafsu dan sedikit murung apakah hidup (hanya untuk memikirkan kelamin?) benarbenar layak untuk dijalani? atau sudah kita menutup buku saja lewat segala sendu dan dendam ucap selamat tinggal dunia kematian akan mengistirahatkan kita dari ruwetrentengnya dunia segala keniscayaan dan kebodohankebodohan akan rampung dan selesai mungkin kita akan duduk disana menunggu mungkin kita akan biasabiasa saja bercengkrama tak habishabis (atau benarkah kita sekarang ini benarbenar hidup?) mengapa aku merindukan kematian itu datang menyapaku dan berbisik pelan mengajakku menepi memberi yang aku butuhkan tempat bersandar yang luas disana segala letih itu bisa berbaring
tapi maaf aku mencintaimu dan itu tidaklah sederhana
tahukah kau bagaimanakah cara aku menghilangkan parasit ini dariku bantulah aku seseorang yang menderita seseorang yang patah hati yang selalu membutuhkan pegangan seseorang untuk menuntunnya diamdiam dalam segala usaha menormalkan diri dari perasaanperasaan yang lemah dan tak berdaya
ataukah aku lelaki tolol yang terlalu gampang menyerah
maka jauhilah aku dengan segala macam rindu lelaki cengeng yang menenggelamkan dirinya dalam baitbait sendu lagulagu pop biarkan ia menyendiri berjalan menyisir arus pantai melambaikan tangan pada senja seperti masamasa yang lalu terperangkap dalam lagulagu sentimentil sampai malam membuatnya lelah dan sangat kesepian
tapi sekali lagi aku mencintai mu dan itu sangat tidak sederhana
tidak seperti matematika tidak seperti peta bumi semua serba pasti dapat dihitung demikian rigid dan rinci cintaku padamu telah larut dalam darahku apa aku harus mengeluarkan seluruh darahku untuk menghilangkan cinta itu? cintaku padamu telah menjadi nafas dalam hidupku apa aku harus berhenti bernafas agar aku bisa menghentikan cintaku ingin aku lakukan itu bila menurutmu itu jalan yang terbaik (berlebihan ya :p)
ia sudah tidak ingin menuliskan resahresahnya, segala kecerobohankecerobohan itu akan diulanginya di lain waktu dan tepat pukul dua diakhirinya cerita itu dan berencana mengupload secepatnya dan menandai dirimu dengan sedikit gelisah dan raguragu
catatan ii
apakah cinta dapat disanding dengan kematian aku bertanya padamu jawablah dengan anggukan atau gelengkan kepalamu jawablah dengan maupun tanpa katakata
tapi aku terdampar lagi di sebuah rungan asing sebuah kotak kaca dari pikirankku sendiri penuh dengan hurufhuruf yang tak kukenal dan harus kuterjemahkan untuk bisa keluar aku menciptakan kotak kacaku sendiri menutup sendiri mengisolasikan diri dan menjerumuskan dalam lubang hatiku sendiri dalam dan hitam apakah kau pernah bertemu dengan kematian konon warnanya hitam pekat seperti kau sedang terpejam dan tak inginkan apaapa titip salam padanya kepalaku berdengung sedikit limbung dan mau muntahmuntah
mari ceritakan padaku tentang riwayat kesepian itu yang selalu mengajakmu bercengkerama pelan tentang sepi tentang hidup yang terasing tentang perih dadamu tentang tuhan yang berpaling
kau ingin menjabattangannya di suatu hari mencengkeram kuat dan menggoyang angkuh berucap “kenalkan aku yang menulismu yang mengajakmu tamasya katakata dan membelengumu dalam sajaksajak bebas, kenalkah kau pada seorang pemburu katakata yang terperangkap katakata dan takluk pada katakata, apakah kau mengenalnya seperti kau mengenal dirimu?”
kadang ia terlihat bodoh dan terperangkap kadang ia hanya samarsamar seperti bayangan hitam kadang ia menjelmakan dirinya menjadi sebuah ruangan memanggul waktu dengan terengahengah dan gontai seperti seorang tua pemabuk yang ingin menguasai alam semesta seperti seorang pemabuk tua yang bercitacita menjadi tuhan kemudian tersandung jatuh dan kesleo
ia tertawa ia pernah bercitacita menaklukan waktu mengecup pipipipinya dengan bernafsu dan sedikit murung apakah hidup (hanya untuk memikirkan kelamin?) benarbenar layak untuk dijalani? atau sudah kita menutup buku saja lewat segala sendu dan dendam ucap selamat tinggal dunia kematian akan mengistirahatkan kita dari ruwetrentengnya dunia segala keniscayaan dan kebodohankebodohan akan rampung dan selesai mungkin kita akan duduk disana menunggu mungkin kita akan biasabiasa saja bercengkrama tak habishabis (atau benarkah kita sekarang ini benarbenar hidup?) mengapa aku merindukan kematian itu datang menyapaku dan berbisik pelan mengajakku menepi memberi yang aku butuhkan tempat bersandar yang luas disana segala letih itu bisa berbaring
tapi maaf aku mencintaimu dan itu tidaklah sederhana
tahukah kau bagaimanakah cara aku menghilangkan parasit ini dariku bantulah aku seseorang yang menderita seseorang yang patah hati yang selalu membutuhkan pegangan seseorang untuk menuntunnya diamdiam dalam segala usaha menormalkan diri dari perasaanperasaan yang lemah dan tak berdaya
ataukah aku lelaki tolol yang terlalu gampang menyerah
maka jauhilah aku dengan segala macam rindu lelaki cengeng yang menenggelamkan dirinya dalam baitbait sendu lagulagu pop biarkan ia menyendiri berjalan menyisir arus pantai melambaikan tangan pada senja seperti masamasa yang lalu terperangkap dalam lagulagu sentimentil sampai malam membuatnya lelah dan sangat kesepian
tapi sekali lagi aku mencintai mu dan itu sangat tidak sederhana
tidak seperti matematika tidak seperti peta bumi semua serba pasti dapat dihitung demikian rigid dan rinci cintaku padamu telah larut dalam darahku apa aku harus mengeluarkan seluruh darahku untuk menghilangkan cinta itu? cintaku padamu telah menjadi nafas dalam hidupku apa aku harus berhenti bernafas agar aku bisa menghentikan cintaku ingin aku lakukan itu bila menurutmu itu jalan yang terbaik (berlebihan ya :p)
ia sudah tidak ingin menuliskan resahresahnya, segala kecerobohankecerobohan itu akan diulanginya di lain waktu dan tepat pukul dua diakhirinya cerita itu dan berencana mengupload secepatnya dan menandai dirimu dengan sedikit gelisah dan raguragu
catatan ii
apakah cinta dapat disanding dengan kematian aku bertanya padamu jawablah dengan anggukan atau gelengkan kepalamu jawablah dengan maupun tanpa katakata
tapi aku terdampar lagi di sebuah rungan asing sebuah kotak kaca dari pikirankku sendiri penuh dengan hurufhuruf yang tak kukenal dan harus kuterjemahkan untuk bisa keluar aku menciptakan kotak kacaku sendiri menutup sendiri mengisolasikan diri dan menjerumuskan dalam lubang hatiku sendiri dalam dan hitam apakah kau pernah bertemu dengan kematian konon warnanya hitam pekat seperti kau sedang terpejam dan tak inginkan apaapa titip salam padanya kepalaku berdengung sedikit limbung dan mau muntahmuntah
Kamis, 26 Februari 2009
selamat tinggal februari
: aku akan mengenangkan mu
kau senyumlah aku butuh sesuatu untuk menentramkan ku
menatap jaman yang kian lelah ditemani sajaksajak brengsek macam ini
aku lelah dan ingin membakar amarah pada setiap bukubuku pada setiap ruanganruangan pada setiap celahcelah dihatimu pada setiap kesempatan untuk berbuat baik
pada setiap kerling binalmu membantaimu secara terbuka
aku jadi adam kehausan dan kau hawa sedikit mabuk
kita cipta kubangan itu bergumul dan menjeritnjerit tentang najiz
mengeluhkan tubuh yang kian rapuh
“aduh kau kini banyak maunya” itu merepotkanku
bacalah bacalah bacalah seluruh tanda ditubuhku
pembangkangan kesakitan juga keinginan untuk anarkis setiap kali ingin kulesakkan
jangan membuatku terus sendu merayu
abrakadabrakan diriku menjadi anarkis
alakazamkan diriku menjadi anarkis
menghadiahkan lendir di dadamu juga magma di susumu terlebih lubang vaginamu
ayo ayo ayolah kita masih dihimpit waktu yang menua di sisa tubuhtubuh renta
sungaisungai yang enggan mengalir menimbun sampah
menimbun keinganan paling menyimpang dan sadis
berguling di altar berguling di setiap bendabenda yang dapat kita ciptakan
meriakkan kata benda milikmu itu lantang melenguh panjangpanjang dan berulang
aduh aduh aduh bantai saja aku seseorang yang enggan untuk hidup normal
meletuskan segala gairah dari otak ryan atau himpun segala keinginan paling aneh yang pernah tercipta dari pendurhaka hunus kejalanganmu hunus kejalanganmu hunus kejalanganmu
: aku tak seperti yang kau pikirkan lemahlembut sentimentil dan kerap beranganangan
aku membutuhkanmu untuk menikamku dari belakang dan menjelmakan diriku
omongkosong cinta terkadang memuakkan membuatku lemah dan merindu
cabut itu dari selangkanganmu kasar tanpa debar
drama ini sandiwara ini harus kita akhiri dengan saling menampar
kau senyumlah aku butuh sesuatu untuk menentramkan ku
menatap jaman yang kian lelah ditemani sajaksajak brengsek macam ini
aku lelah dan ingin membakar amarah pada setiap bukubuku pada setiap ruanganruangan pada setiap celahcelah dihatimu pada setiap kesempatan untuk berbuat baik
pada setiap kerling binalmu membantaimu secara terbuka
aku jadi adam kehausan dan kau hawa sedikit mabuk
kita cipta kubangan itu bergumul dan menjeritnjerit tentang najiz
mengeluhkan tubuh yang kian rapuh
“aduh kau kini banyak maunya” itu merepotkanku
bacalah bacalah bacalah seluruh tanda ditubuhku
pembangkangan kesakitan juga keinginan untuk anarkis setiap kali ingin kulesakkan
jangan membuatku terus sendu merayu
abrakadabrakan diriku menjadi anarkis
alakazamkan diriku menjadi anarkis
menghadiahkan lendir di dadamu juga magma di susumu terlebih lubang vaginamu
ayo ayo ayolah kita masih dihimpit waktu yang menua di sisa tubuhtubuh renta
sungaisungai yang enggan mengalir menimbun sampah
menimbun keinganan paling menyimpang dan sadis
berguling di altar berguling di setiap bendabenda yang dapat kita ciptakan
meriakkan kata benda milikmu itu lantang melenguh panjangpanjang dan berulang
aduh aduh aduh bantai saja aku seseorang yang enggan untuk hidup normal
meletuskan segala gairah dari otak ryan atau himpun segala keinginan paling aneh yang pernah tercipta dari pendurhaka hunus kejalanganmu hunus kejalanganmu hunus kejalanganmu
: aku tak seperti yang kau pikirkan lemahlembut sentimentil dan kerap beranganangan
aku membutuhkanmu untuk menikamku dari belakang dan menjelmakan diriku
omongkosong cinta terkadang memuakkan membuatku lemah dan merindu
cabut itu dari selangkanganmu kasar tanpa debar
drama ini sandiwara ini harus kita akhiri dengan saling menampar
Selasa, 24 Februari 2009
ia yang melintas di malammalam gerimis
banyak katakata yang melintas di jalanan lewat tengah malam
ia sedang gerimis takuttakut hendak mencegat katakata yang melintas
ragu hendak menanyai hendak kemana mereka akan pergi
kadang ia ingin menumpang ke terminal penyair dan berkelana
membagi dirinya sendiri dan memberangkatkan ke seluruh tujuan
kecuali kotamu : buku tentang sajak yang jelek dan tidak menarik
ia berkeringat dingin
ia menggigilkan badannya
banyak katakata yang berseliweran dan berkecepatan tinggi di jalanjalan
ia ingin menabrakkan dirinya dengan segala ngilu yang tersisa di suatu waktu
ketika ia melintas di malammalam gerimis dengan degup birahi yang terus meronta
ia membayangkan lampu penerang jalan itu sebagai pesulap hati
mewadahi gerimis dalam pandangan cengeng dan sendu
ia melambaikan tangannya ketika gerimis makin genit dan mencegat bis katakata
tapi yang ia tunggu tak datangdatang kesiur angin menggigilkan kenangkenangan
ia telah mencair di malammalam gerimis
seseorang yang gelisah seseorang yang selalu menguntitnya kelak akan mencatat ragu
memberi sedikit komentar cengeng : ia yang dilumpuhkan telah menyerah
ia sedang gerimis takuttakut hendak mencegat katakata yang melintas
ragu hendak menanyai hendak kemana mereka akan pergi
kadang ia ingin menumpang ke terminal penyair dan berkelana
membagi dirinya sendiri dan memberangkatkan ke seluruh tujuan
kecuali kotamu : buku tentang sajak yang jelek dan tidak menarik
ia berkeringat dingin
ia akan memucat kadang gemetar dan sedikit limbung
kemana kemana mereka pergi tanpa jejak
hanya kitab sajaksajak yang jelek menghiburnya di hari minggu
terkadang ia sedikit memaksa untuk mencium sepinya
mengajaknya bercinta dengan semrawut dan tanpa seseuatu yang ajaib
dan mengubahnya menjadi sedemikian penurut dan tolol
bahkan untuk sekedar berkata “ya terima kasih,
membuatku semakin percaya untuk tidak percaya pada katakata”
ia menggigilkan badannya
ia lupa hendak kemana bengong berhari hari dalam kesimpangsiuran katakata
membuatnya limbung dalam berjalan dalam mencari tanyatanya yang usang
“aku terserang demam dan panas yang tinggi katakata meluncur tak terkendali
mungkin ia ingin menjumpai mu dan tersesat disana di kotamu mengingatingat kenangan yang urung kita ciptakan” lalu ia diam dan aku menyandarkan kepalaku ke tembok dimana tokoh mural yang kau sukai itu ada : love hate love dan menyesal semua telah terjadi
banyak katakata yang berseliweran dan berkecepatan tinggi di jalanjalan
ia ingin menabrakkan dirinya dengan segala ngilu yang tersisa di suatu waktu
ketika ia melintas di malammalam gerimis dengan degup birahi yang terus meronta
ia membayangkan lampu penerang jalan itu sebagai pesulap hati
mewadahi gerimis dalam pandangan cengeng dan sendu
ia melambaikan tangannya ketika gerimis makin genit dan mencegat bis katakata
aku ingin membezuk kota penyair adakah katakata mu membusuk disana
seribu orang yang menjemukan berkumpul dan memporakperondakan diri
saling menceramahi antar sesama dalam suasana lagulagu pop
itu sangat mengganggu dan menjemukan ia hanya ingin muntah bersamasama
tapi yang ia tunggu tak datangdatang kesiur angin menggigilkan kenangkenangan
ia telah mencair di malammalam gerimis
seseorang yang gelisah seseorang yang selalu menguntitnya kelak akan mencatat ragu
memberi sedikit komentar cengeng : ia yang dilumpuhkan telah menyerah
Selasa, 17 Februari 2009
tentang lelaki yang cengeng itu
ia ingin berjalan sendiri hanya sendiri sambil menghitung langkahlangkahnya
abai pada sepi yang terus saja menguntitnya pelanpelan
dengan sajak cinta di kepala yang bergaung semakin kencang
membuatnya sedikit berang dan ingin membius senja yang selalu mengejeknya
memasukkannya ke pigura meletakkan di samping foto dirinya yang kelihatan tawar
agar kamarnya terlihat lebih berwarna
mengunci pintu membiarkan senja sangat jenuh dan tersiksa sepisepi
yang berulangkali menengok di kamarnya
ia kemudian ingin berjalan lagi sendiri seperti harihari sebelumnya
dengan kerinduan yang semakin parah
seperti refrain sebuah lagu pop paling cengeng ia ingin juga menyerah
ia akan berhenti ketika semuanya terasa sangat melelahkan
mempertimbangkan untuk menelpon seseorang
mengatakan semacam kalimat “aku cinta padamu nik”
sambil mengutuk kerinduankerinduannya yang teramat cengeng
sambil mengutuk sekalilagi pada seseorang yang kini amat dirindukannya
aku merindukanmu seperti titiktitik hujan jatuh memeluk tanah
aku merindukanmu seperti bendabenda yang tertarik gravitasi bumi
tapi aku lebih merindukanmu tidak seperti apa yang ada di dunia, itu tidak mencukupi
kemudian ia kembali berjalan sendiri sambil sesekali mengenang kisahkisahnya
mengutuk bulan februari sambil menggumamkan sajak cinta paling memelas
abai pada sepi yang terus saja menguntitnya pelanpelan
dengan sajak cinta di kepala yang bergaung semakin kencang
membuatnya sedikit berang dan ingin membius senja yang selalu mengejeknya
memasukkannya ke pigura meletakkan di samping foto dirinya yang kelihatan tawar
agar kamarnya terlihat lebih berwarna
mengunci pintu membiarkan senja sangat jenuh dan tersiksa sepisepi
yang berulangkali menengok di kamarnya
ia kemudian ingin berjalan lagi sendiri seperti harihari sebelumnya
dengan kerinduan yang semakin parah
seperti refrain sebuah lagu pop paling cengeng ia ingin juga menyerah
ia akan berhenti ketika semuanya terasa sangat melelahkan
mempertimbangkan untuk menelpon seseorang
mengatakan semacam kalimat “aku cinta padamu nik”
sambil mengutuk kerinduankerinduannya yang teramat cengeng
sambil mengutuk sekalilagi pada seseorang yang kini amat dirindukannya
aku merindukanmu seperti titiktitik hujan jatuh memeluk tanah
aku merindukanmu seperti bendabenda yang tertarik gravitasi bumi
tapi aku lebih merindukanmu tidak seperti apa yang ada di dunia, itu tidak mencukupi
kemudian ia kembali berjalan sendiri sambil sesekali mengenang kisahkisahnya
mengutuk bulan februari sambil menggumamkan sajak cinta paling memelas
Kamis, 12 Februari 2009
matamata yang berkerumun menatap langit tanpa lelah
:eunike
ia ingin menulis sebuah sajak cinta
sebuah sajak yang cengeng seperti masa remajanya
ia pun menulis dengan raguragu seolah semua orang menatapnya dan mengolokolok tentang ia yang begitu jatuh cinta
sepertinya kecengangankecenganan itu menular dari lagulagu pop yang sering didengar ia pun harus mengutuk kotak, sheila, samson, hijau daun, st12, alexa, pingkan bahkan rosa mereka telah menjadikannya seperti seekor kecebong yang berenang pelan dan murung tolol dan sendiri sambil membayangkan lagu yang paling menyayat
ia kemudian akan berhujanhujan untuk mengelabui dirinya
mengatakan berulangkali airmatanya tak pernah turun hanya untuk seorang wanita tapi itu terlalu palsu dan gampang di baca di wajahnya yang merindu
dan ia merindukan alexa untuk menyenandungkan baitbait awal jangan kau lepas
ia ingin menulis sebuah sajak cinta
sebuah sajak yang cengeng seperti masa remajanya
ia pun menulis dengan raguragu seolah semua orang menatapnya dan mengolokolok tentang ia yang begitu jatuh cinta
aku akan mencintai kamu sungguhsungguh jika boleh
engkau telah membuatku senantiasa terserang demam yang akut
aku hanya ingin menyebutnyebut namamu tanpa keluhkesah
duduk disampingmu dan menatapmu tak bosanbosan
mencintai matamu seperti mencintai bagian tubuh yang lain
dan ingin bersamamu setiap waktu
bila mataku seperti telurtelur katak berkerumun di kolam di musim hujan
semua akan kutujukan padamu nik menatapmu tak habishabis
seperti kebiasaan ku menatap langit tanpa lelah di sore hari sambil membayangkan wajahmu tersenyum di sana
sepertinya kecengangankecenganan itu menular dari lagulagu pop yang sering didengar ia pun harus mengutuk kotak, sheila, samson, hijau daun, st12, alexa, pingkan bahkan rosa mereka telah menjadikannya seperti seekor kecebong yang berenang pelan dan murung tolol dan sendiri sambil membayangkan lagu yang paling menyayat
ia kemudian akan berhujanhujan untuk mengelabui dirinya
mengatakan berulangkali airmatanya tak pernah turun hanya untuk seorang wanita tapi itu terlalu palsu dan gampang di baca di wajahnya yang merindu
dan ia merindukan alexa untuk menyenandungkan baitbait awal jangan kau lepas
Langganan:
Postingan (Atom)
jika anda sebuah puisi dan seseorang yang berpapasan menanyakan alamat puisi, apa yang akan anda jawab? menunjuk ke pemakaman umum atau ada...
-
seperti dendam ia menekan bidang pipih di hadapannya yang selalu kau pijak itu telah terukur dalam benak presisi dalam tiap tarikan...
-
di lantai masjid ia mencium keramik yang serupa cermin yang memantulkan wajah kembaran mu juga cahaya yang dahulu pernah jauh berpisa...
-
jika anda sebuah puisi dan seseorang yang berpapasan menanyakan alamat puisi, apa yang akan anda jawab? menunjuk ke pemakaman umum atau ada...