kemudian hari sabtu datang
membunuhku pelanpelan dengan lagulagu cengeng dan ngepop
ketika itu waktu menyusut cepat dan kau datang
mengatakan iba kepadaku yang terus menerus dirongrong sabtu
mengutarakan niatmu membunuhnya sambil memperolokolok minggu pagi di sebuah pantai dan kita menennggelamkan diri bersama dengan mata yang berbinarbinar
kita termenung dan kau bertanya padaku "mimpikah kita?" sepasang pengelana katakata sepasang pemandang senja yang sering terkecoh
lalu deru laut datang "ini seperti puisi" katamu
kita bergegas membuka lembarlembarnya ditimpali buih mengeriap
"ini bukan puisi tentang laut" sanggahku "ini tentang katakata yang menyusup kedada" lalu kita terlena sampai malam benarbenar genap
tak sadar kau ada yang tertatih pelan menjauh dan sedih
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
jika anda sebuah puisi dan seseorang yang berpapasan menanyakan alamat puisi, apa yang akan anda jawab? menunjuk ke pemakaman umum atau ada...
-
seperti dendam ia menekan bidang pipih di hadapannya yang selalu kau pijak itu telah terukur dalam benak presisi dalam tiap tarikan...
-
di lantai masjid ia mencium keramik yang serupa cermin yang memantulkan wajah kembaran mu juga cahaya yang dahulu pernah jauh berpisa...
-
jika anda sebuah puisi dan seseorang yang berpapasan menanyakan alamat puisi, apa yang akan anda jawab? menunjuk ke pemakaman umum atau ada...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar