jika kau bertemu katakata tundukkan
buat ia seolaholah menderita dan terkutuk
lalu belai dengan gerakan serampangan sampai memarmemar
seterusnya panggang dengan api pelanpelan dan aroma itu akan kau hirup keras
hitam dan gosong seperti hidup yang kau pilih
Sabtu, 12 Desember 2009
Senin, 07 Desember 2009
adakah puisi diantara penjual buahbuahan
pernah kau tanya penjual buahbuahan adakah puisi diantara dagangan yang ia gelar mungkin ia menjelma pisang yang kuning dan manis atau barangkali dia berwujud mangga manalagi menyamar sebagai pepaya bangkok berkamuflase seperti apel malang atau menjadi jeruk bali
aku ingin membezuk seseorang semoga ia selalu teringat apa yang akan aku bawa
buah yang bulat menyegarkan seperti bola hijau kulitnya tapi merah dagingnya kau hargai berapa satu butirnya adakah lebih dari dua kilo berikan juga rasa sepatu rasa hantaman dimuka juga rasa memar tentang ingataningatan buruk memakanmu
penjual itu tersenyum menawarkan buah yang paling manis sambil mengutuk buah yang paling pahit yakni kemelaratan lalu tentang puisi katanya coba kau tanya pada pencopet itu dia telah terbiasa mengutil dan bermain mata
aku ingin membezuk seseorang semoga ia selalu teringat apa yang akan aku bawa
buah yang bulat menyegarkan seperti bola hijau kulitnya tapi merah dagingnya kau hargai berapa satu butirnya adakah lebih dari dua kilo berikan juga rasa sepatu rasa hantaman dimuka juga rasa memar tentang ingataningatan buruk memakanmu
penjual itu tersenyum menawarkan buah yang paling manis sambil mengutuk buah yang paling pahit yakni kemelaratan lalu tentang puisi katanya coba kau tanya pada pencopet itu dia telah terbiasa mengutil dan bermain mata
Sabtu, 05 Desember 2009
sebuah upaya untuk menutup kuping
sebuah upaya untuk menutup kuping menyumpal mulut membuntungkan jarijemari dan membebat mata
satu/cacao
ada pernah kau mendengar cerita ia yang terlihat coklat manis dirakrak supermarket berbatangbatang terkemas rapi atau menemani orangorang dudukduduk di cafe dengan segelas coklat yang hangat
ada pernah kau mendengar cerita ia sebagai lambang cinta di bulanbulan februari dan kau terus menerus mengatakan tentangnya agar aku membelikanmu sebagai hadiah
ada kau pernah mendengar perkebunan itu dengan pohonpohon yang teratur rapi dengan segalagala yang terukur
ada kau pernah mendengar seorang ibu menghinakan dirisendiri memetik beberapa buah dari pohonnya tanpa izin dan tersungkur
ada kau mendengar aku memintamu untuk terus menutup kuping
dua/semangka
ia hijau bundar dan merah tetapi petani itu sangat rakus mengambil yang bukan haknya menjejalkannya masuk kedalam mulutmulutnya sendiri lalu orangorang berceloteh tentang keadilan yang tak dapat diucapkannya meski sangat pelan lalu orangorang seolah turut berduka
dan ia sama sekali tidak berbicara karena mulutnya masih tersumpal serpihan semangka
tiga/email
kabar tentang rumahsakit sebagai tempat untuk menyetor duit memang benar adanya
jangan mengeluh
jangan sakit
atau kalau kau keberatan dengan pasal ini silahkan tidak hidup dan pilihlah cara yang cukup layak terjun dari mall misalnya itu akan jadi perbincangan dan fotomu akan terpampang barang satu dua hari sebelum tertimbun iklan kondom dan deodoran
sebagai penutup dan bukan ancaman pada jemari yang pandai mengetik itu ingin aku katakan "kau lentik ketika kau tidak buntung kutunggu karya mu selanjutnya!"
empat/bank
aku tak mendengar apaapa tentang ini
aku tak memakannya
jemariku tak mampu mengetikkannya untuk kau baca
aku tidak melihat apaapa samasekali
tibatiba aku merasa buta dengan ingatan yang kabur
ini sangat serius
dan kau jangan ikut tertawa
berjalan malammalam dan kepalaku penuh dengan potongan puisi
seperti kau yang sendiri menggesekkan sandal di jalan seperti kau yang sendiri menatap langit seperti kau yang mendengar sendiri puisipuisi tentang kesepian dari hawa dingin malam dan sebuah kalimat yang melintas raguragu karena merasa terlalu sentimentil dan ia ingin menemukan puisi yang terdahsyat di abad ini dan menuliskannya di cetakan buku yasin peringatan kematian ibunya tapi ia merasa sedikit norak dan aneh
penyair mantan badut
pernahkah kau dengar seorang penyair yang berlagak seperti badut ia akan datang dengan pantatnya yang besar dan perut yang gembur membawa katakata berwarnawarni dan menghamparkan katakata seperti seorang pedagang dijalanan dan kita mengelilinginya pedagang yang asing dengan dagangannya sendiri menawarkan barangbarang palsu kepada pemiliknya sendiri lalu kita akan tertawa lalu kita lupa apa yang membuat kita tertawa dan itu cukup membuat kita tertawa sampai jauh ketika menyadari badut itu mencuri sesuatu milik kita dan itu cukup untuk menghentikan tawa ketika kau menjadi jingga dan masam kau merutuk tak henti dan berkeinginan menjebaknya dalam sedu sedan ala chairil
badut itu terkadang memang tangkas dalam menggayakan kata dalam akrobat katakata ingin aku mencuri topengnya dan berlagak seperti ia yang tolol mengelus katakata yang telah tua dan meneriakkan pada semua orang bahwa alien telah datang dan bersiap untuk perang
ia yang pernah ditulis namanya dalam sebuah puisi
sebagai tanda kau adalah katakata yang tak pernah terperangkap dan pagipagi sekali ia pergi tanpa keluh lalu kau akan mencarinya bila merasa rindu tapi ia tak pernah ditemukan lagi
ia yang ingin namanya ditulis dalam sebuah puisi
seperti lagu kanakkanak ia akan melompat kian kemari bersama kami
ia yang akan selalu menemaninya sepulang sekolah
mebiarkan tangantangan kecil membelai mengeluselusnya dan memperagakan geraktubuhnya
ia merasa sangat manis sekali dengan warnanya yang coklat mengkilap dan berharap menjadi penyair ternama dengan menjilat
untuk itu dia telah menulis catatan cara singkat untuk menjadi penjilat:
satu/cacao
ada pernah kau mendengar cerita ia yang terlihat coklat manis dirakrak supermarket berbatangbatang terkemas rapi atau menemani orangorang dudukduduk di cafe dengan segelas coklat yang hangat
ada pernah kau mendengar cerita ia sebagai lambang cinta di bulanbulan februari dan kau terus menerus mengatakan tentangnya agar aku membelikanmu sebagai hadiah
ada kau pernah mendengar perkebunan itu dengan pohonpohon yang teratur rapi dengan segalagala yang terukur
ada kau pernah mendengar seorang ibu menghinakan dirisendiri memetik beberapa buah dari pohonnya tanpa izin dan tersungkur
ada kau mendengar aku memintamu untuk terus menutup kuping
dua/semangka
ia hijau bundar dan merah tetapi petani itu sangat rakus mengambil yang bukan haknya menjejalkannya masuk kedalam mulutmulutnya sendiri lalu orangorang berceloteh tentang keadilan yang tak dapat diucapkannya meski sangat pelan lalu orangorang seolah turut berduka
dan ia sama sekali tidak berbicara karena mulutnya masih tersumpal serpihan semangka
tiga/email
kabar tentang rumahsakit sebagai tempat untuk menyetor duit memang benar adanya
jangan mengeluh
jangan sakit
atau kalau kau keberatan dengan pasal ini silahkan tidak hidup dan pilihlah cara yang cukup layak terjun dari mall misalnya itu akan jadi perbincangan dan fotomu akan terpampang barang satu dua hari sebelum tertimbun iklan kondom dan deodoran
sebagai penutup dan bukan ancaman pada jemari yang pandai mengetik itu ingin aku katakan "kau lentik ketika kau tidak buntung kutunggu karya mu selanjutnya!"
empat/bank
aku tak mendengar apaapa tentang ini
aku tak memakannya
jemariku tak mampu mengetikkannya untuk kau baca
aku tidak melihat apaapa samasekali
tibatiba aku merasa buta dengan ingatan yang kabur
ini sangat serius
dan kau jangan ikut tertawa
berjalan malammalam dan kepalaku penuh dengan potongan puisi
seperti kau yang sendiri menggesekkan sandal di jalan seperti kau yang sendiri menatap langit seperti kau yang mendengar sendiri puisipuisi tentang kesepian dari hawa dingin malam dan sebuah kalimat yang melintas raguragu karena merasa terlalu sentimentil dan ia ingin menemukan puisi yang terdahsyat di abad ini dan menuliskannya di cetakan buku yasin peringatan kematian ibunya tapi ia merasa sedikit norak dan aneh
penyair mantan badut
pernahkah kau dengar seorang penyair yang berlagak seperti badut ia akan datang dengan pantatnya yang besar dan perut yang gembur membawa katakata berwarnawarni dan menghamparkan katakata seperti seorang pedagang dijalanan dan kita mengelilinginya pedagang yang asing dengan dagangannya sendiri menawarkan barangbarang palsu kepada pemiliknya sendiri lalu kita akan tertawa lalu kita lupa apa yang membuat kita tertawa dan itu cukup membuat kita tertawa sampai jauh ketika menyadari badut itu mencuri sesuatu milik kita dan itu cukup untuk menghentikan tawa ketika kau menjadi jingga dan masam kau merutuk tak henti dan berkeinginan menjebaknya dalam sedu sedan ala chairil
badut itu terkadang memang tangkas dalam menggayakan kata dalam akrobat katakata ingin aku mencuri topengnya dan berlagak seperti ia yang tolol mengelus katakata yang telah tua dan meneriakkan pada semua orang bahwa alien telah datang dan bersiap untuk perang
ia yang pernah ditulis namanya dalam sebuah puisi
sebagai tanda kau adalah katakata yang tak pernah terperangkap dan pagipagi sekali ia pergi tanpa keluh lalu kau akan mencarinya bila merasa rindu tapi ia tak pernah ditemukan lagi
ia yang ingin namanya ditulis dalam sebuah puisi
seperti lagu kanakkanak ia akan melompat kian kemari bersama kami
ia yang akan selalu menemaninya sepulang sekolah
mebiarkan tangantangan kecil membelai mengeluselusnya dan memperagakan geraktubuhnya
ia merasa sangat manis sekali dengan warnanya yang coklat mengkilap dan berharap menjadi penyair ternama dengan menjilat
untuk itu dia telah menulis catatan cara singkat untuk menjadi penjilat:
julurkanlah lidahmu secara berkala dan teratur sesuai dengan petunjuknya
jangan dengan diamdiam tapi terusteranglah bahwa kau telah mengutil gaya penyair yang kau tikam itu dan seolaholah pintar dan berkelas kau perbincangkan puisinya yang terhebat sampai kemudian datang waktu tengah malam dan kau berubah menjadi bebal dan bodoh kemudian menuruti semua omonganomongannya
Kamis, 05 November 2009
beberapa hal yang bisa kita tulis untuk sebuah sajak
tentang kedip di kejauhan itu yang mengedip pelanpelan mungkin hanya sebagai isyarat
dirimu yang menua dan ditinggallkan
kau pikir ia hanyalah sebuah pesan singkat yang akan menjadi sajak
dalam katakata yang dituliskannya tidak pernah kau baca
dan kau berusaha keras menggapaigapainya demi sebuah perasaanperasaan cengeng
dikedip itu
ia ingin mendengar seseorang berbisik seperti rerumputan yang saling bergesek
ia ingin menatap seseorang berciuman seperti sepasang merpati muda kasmaran
dalam sebuah rumah yang hangat
tapi ada yang mengganjal setelah menatap lamalama
aku pikir itu engkau dengan matamu hitam matamu merah dan selalu melambai untuk mengajakku jalanjalan di guagua terdalam di tempattempat penjagalan di tempat yang mana dunia akan selalu gelap dan gempagempa akan senantiasa datang
aku membayangkan gempa datang dengan pelan lirih seperti ketukan pintu yang akan membuatmu terjaga semalaman
aku mengangankan gempa datang kenegerimu membuat rumahrumah hancur
kau akan saling mencaci dan mengutuk pemerintah yang tak becus
dan aku akan terusmenerus bilang hore
lalu ia memandang lagi kedip di kejauhan itu dan beranggapan bahwa ia hanyalah sesuatu yang tidak bisa digapainya seperti keinginannya untuk menggapai sebuah sajak yang baik
dirimu yang menua dan ditinggallkan
kau pikir ia hanyalah sebuah pesan singkat yang akan menjadi sajak
dalam katakata yang dituliskannya tidak pernah kau baca
dan kau berusaha keras menggapaigapainya demi sebuah perasaanperasaan cengeng
dikedip itu
ia ingin mendengar seseorang berbisik seperti rerumputan yang saling bergesek
ia ingin menatap seseorang berciuman seperti sepasang merpati muda kasmaran
dalam sebuah rumah yang hangat
tapi ada yang mengganjal setelah menatap lamalama
aku pikir itu engkau dengan matamu hitam matamu merah dan selalu melambai untuk mengajakku jalanjalan di guagua terdalam di tempattempat penjagalan di tempat yang mana dunia akan selalu gelap dan gempagempa akan senantiasa datang
aku membayangkan gempa datang dengan pelan lirih seperti ketukan pintu yang akan membuatmu terjaga semalaman
aku mengangankan gempa datang kenegerimu membuat rumahrumah hancur
kau akan saling mencaci dan mengutuk pemerintah yang tak becus
dan aku akan terusmenerus bilang hore
lalu ia memandang lagi kedip di kejauhan itu dan beranggapan bahwa ia hanyalah sesuatu yang tidak bisa digapainya seperti keinginannya untuk menggapai sebuah sajak yang baik
Selasa, 25 Agustus 2009
sajak cengeng yang kesekian kalinya
: tak ada tempat seperti surga
dipegangnya tangan itu sambil ditatapnya matamata yang menenggelamkan pulaupulau tempat segala macam burungburung beterbangan disekanya lagi ujung keduamatanya membubarkan unggasunggas yang riuh berkerumun engkau makin mirip saja denganku
pantai yang landai tempat kanakkanak berkejaran tempat ikanikan kecil terdampar tempat penyupenyu bertelur tempat kepitingkepiting berlarian tempat perahuperahu nelayan teronggok sunyi dan kau aku diamuk sepi sekali lagi
(katakata telah memberangkatkan diri mematikan dirinya sekali lagi dalam sajaksajak cengeng yang bimbang kau tulis dan tolong matikan tv itu atau buat dia bisu untuk tidak mendengungkan patah hati duapuluh empat jam sehari lalu kita bisa membayangkan suatu tempat dimana kita bisa saling menatap dengan diam)
dipegangnya tangan itu sambil ditatapnya matamata yang menenggelamkan pulaupulau tempat segala macam burungburung beterbangan disekanya lagi ujung keduamatanya membubarkan unggasunggas yang riuh berkerumun engkau makin mirip saja denganku
pantai yang landai tempat kanakkanak berkejaran tempat ikanikan kecil terdampar tempat penyupenyu bertelur tempat kepitingkepiting berlarian tempat perahuperahu nelayan teronggok sunyi dan kau aku diamuk sepi sekali lagi
(katakata telah memberangkatkan diri mematikan dirinya sekali lagi dalam sajaksajak cengeng yang bimbang kau tulis dan tolong matikan tv itu atau buat dia bisu untuk tidak mendengungkan patah hati duapuluh empat jam sehari lalu kita bisa membayangkan suatu tempat dimana kita bisa saling menatap dengan diam)
Senin, 03 Agustus 2009
pemetik
pemetik
jarijari itu selalu gatal untuk memetik memetik sesuatu yang bisa di petik tentunya
ia inginmemetik buahbuahan ia ingin memetik daundaunan ia ingin selalu memetik apa yang selalu engkau pikirkan dan memasukkannya ke almari cepatcepat seakanakan takut ada orang lain yang akan melihat pikiranpikiranmu
perangkai
ia selalu membicarakan bungabunga dengan antusias membicarakan gradasi warnanya dan mencocokcocokkan dengan perasaanperasaanmu hari ini ia juga kerap bercerita tentang bayanganbayangan masa kecilnya ketika dunia hanya berwarna hitam dan putih dan bayanganbayangan itu masih tersimpan rapatrapat di hatinya dan mempengaruhi ketika ia merangkai bungabunga ia yang telaten memotong menata mempantaspantaskan bentuk warna dan komposisi dan yakin hasilnya telah sesuai dengan selera yang ia inginkan satu kali ia ingin dikenang dan membuat rangkaian bunga untuk berkabung yang sangat besar dan memutuskan untuk menghilang dengan misterius
pengantin
pasangannya telah menunggu dengan mata yang jeli yang tak sabar ingin segera rakus menatap wajahmu dan kau membayangkan dadadadanya yang gembur tempat segala tanaman akan tumbuh tempat tinggal buahbuahan yang paling manis dan ranum
dipersiapkan perjalanan menjemput pengantinnya itu kau lah yang mengatakan “ia telah menunggu di sana sucikan dirimu ambil air wudlu dan serahkan segalanya pada nya” ia pun berangkat dengan sedikit ngilu
pelayat
pelayat itu teringat kematian yang datang tibatiba dirapikannya letak peci disekanya baju dari debu yang menguar dari kakikaki pengusung keranda ia berpikir satu kali ia pasti akan didalamnya dan tidak akan tahu akan ada seseorang menangis atau tidak dan ia pun menguntit nasibnya sepanjang jalan menuju kuburan
sesuai adat didesanya setelah mayat itu ditanam seseorang memberi nasihat pada almarhum tentang jawaban dari pertanyaanpertanyaan para malaikat dikibaskannya sarung dari debu diketokketokkannya sandal yang penuh tanah yang bercampur dengan serpih tulangtulang yang hancur sambil mengguman dan mengutuk waktu yang menjerumuskan dalam harihari yang lalai tibatiba ia teringat asalusulnya buah dada yang gembur tempat segala jarak bertekuklutut kemudian sangat merindukan ibu yang tak pernah diziarahinya
jarijari itu selalu gatal untuk memetik memetik sesuatu yang bisa di petik tentunya
ia inginmemetik buahbuahan ia ingin memetik daundaunan ia ingin selalu memetik apa yang selalu engkau pikirkan dan memasukkannya ke almari cepatcepat seakanakan takut ada orang lain yang akan melihat pikiranpikiranmu
perangkai
ia selalu membicarakan bungabunga dengan antusias membicarakan gradasi warnanya dan mencocokcocokkan dengan perasaanperasaanmu hari ini ia juga kerap bercerita tentang bayanganbayangan masa kecilnya ketika dunia hanya berwarna hitam dan putih dan bayanganbayangan itu masih tersimpan rapatrapat di hatinya dan mempengaruhi ketika ia merangkai bungabunga ia yang telaten memotong menata mempantaspantaskan bentuk warna dan komposisi dan yakin hasilnya telah sesuai dengan selera yang ia inginkan satu kali ia ingin dikenang dan membuat rangkaian bunga untuk berkabung yang sangat besar dan memutuskan untuk menghilang dengan misterius
pengantin
pasangannya telah menunggu dengan mata yang jeli yang tak sabar ingin segera rakus menatap wajahmu dan kau membayangkan dadadadanya yang gembur tempat segala tanaman akan tumbuh tempat tinggal buahbuahan yang paling manis dan ranum
dipersiapkan perjalanan menjemput pengantinnya itu kau lah yang mengatakan “ia telah menunggu di sana sucikan dirimu ambil air wudlu dan serahkan segalanya pada nya” ia pun berangkat dengan sedikit ngilu
pelayat
pelayat itu teringat kematian yang datang tibatiba dirapikannya letak peci disekanya baju dari debu yang menguar dari kakikaki pengusung keranda ia berpikir satu kali ia pasti akan didalamnya dan tidak akan tahu akan ada seseorang menangis atau tidak dan ia pun menguntit nasibnya sepanjang jalan menuju kuburan
sesuai adat didesanya setelah mayat itu ditanam seseorang memberi nasihat pada almarhum tentang jawaban dari pertanyaanpertanyaan para malaikat dikibaskannya sarung dari debu diketokketokkannya sandal yang penuh tanah yang bercampur dengan serpih tulangtulang yang hancur sambil mengguman dan mengutuk waktu yang menjerumuskan dalam harihari yang lalai tibatiba ia teringat asalusulnya buah dada yang gembur tempat segala jarak bertekuklutut kemudian sangat merindukan ibu yang tak pernah diziarahinya
Sabtu, 25 Juli 2009
pengendara
pengendara
ayolah kau sangat menawan kasihku para pengelana yang mencari hewanhewan liar untuk ditaklukan para pengelana yang mencari buahbuah termanis dalam hidupnya
mesti terlarang kejar kenikmatan itu sampai keujungujungnya
dan ini dadaku bidang dan terluka tambatkan dirimu dalamdalam disana
ayo melesatlah kalahkan pecundang itu yang selalu mengeluh yang selalu merasa dirinya paling teraniaya kenangkanlah buahbuahan yang paling ranum dari dadadada gembur di tanah airmu kau adalah mesin yang sempurna dari dunia asing yang ternaungi daundaun dari hutan tropika kau adalah penjelmaan transportasi abad 21 yang tidak akan merengek menyesal telah hadir di semesta
maka kamu adalah hujan yang akan aku taburkan di tanahtanah di seantero nusantara
bergegaslah melintas diangkasa kenanglah daundaun kelapa yang bergerak kaku kenanglah burung yang terbang sebatangkara kenanglah aku yang takjemujemu menunggumu menantikan kedatanganmu dengan dadadada luka yang terus terbuka
pejalan
ia yang tak hentihenti berkelana mengunjungi kenalankenalan lama yang telah melupakan dirinya menyapa debu menyapa aspal menyapa rumputrumput liar menyapa dirimu yang tak lagi mengenalnya ingatkah kamu padaku seorang pejalan yang selalu akan mengajakmu untuk memanjakan kakimu mengikuti langkahlangkahnya memetakan dunia
tapi kamu selalu sibuk dengan persoalanpersoalan yang tidak ada habishabisnya
ia pun berkeras menapaki pikiranpikiranmu yang tandus kakikaki kecilnya bergerak pelan menghindar dari jebakanjebakan dan duriduri yang sering nampak di wajahmu
ia pun terus maju dan tak gentar ia sudah terlalu banyak kehilangan sahabat dan kenangkenagan dimana itu dulu tempat burungburung membangun sarangnya menetaskan anakanaknya yang selalu mencicitcicit merindukan ibunya dimana dulu sungai yang penuh ikanikan yang berkerumun berebut makanan yang kautebarkan dimana dulu aku yang selalu ada dikamarmu mendengarkan lagulagu lama
dan ia merasa telah terhapus jejakjejaknya dan berjanji untuk tidak akan mengganggunya lagi dengan perbuatanperbutan konyol semacam ini dan memutuskan menyusuri jalan yang sangat teduh dan rimbun dan istirahat di sana sebelum kau tertidur
pengetik
hurufhuruf yang disusunnya itu telah lelah mengulangulang katakata yang terus saja ditekan dari keyboard computer lamanya tak tik nya terdengar merdu di telinga pengetik seperti suara kakikaki kecil yang berloncatan di meja kerjanya ada seperti ia dikejarkejar dan takkan habishabis untuk berlari menghindar
adakalanya katakata itu mengeluh dan mengatakan telah bosan tapi terus saja pengetik itu menjentikkan jarijarinya di keyboard itu sampai ia hapal betul letakletak hurufhuruf tanpa harus mengamatinya seperti seorang yang berkelamin pertamakali
pengetik itu kadangkala sadar dan merasa ia seperti hurufhuruf yang diketikkannya terlempar dan terhampar di belantara ketikanketikan tuhan atau kadang ia merasa menjadi tuhan di depan layar monitor dan menyiksa hurufhuruf itu untuk menjadi murung tanpa tawa di dalam sajaksajak
tapi akhirakhir ini usahanya sedikit terhambat anakanak sekolah disekitarnya telah menjinjing laptop dan kalau bertemu dengannya kadang mencibir ia sebagai dinosaurus
kalau sudah begitu ia akan mendongakkan kepalanya seperti hendak menghindar dari kejadiankejadian yang akan datang yang dikarang oleh pengetik kehidupannya
peracik
ia terkenal sebagai pembuat bumbu yang tak ada duanya dan hapal segala macam ramuramuan bahkan ia pernah berkoar mampu membuat dan menghilangkan dirimu dalam sekali sajian ia mulai resah bumbubumbu rahasianya konon ada yang mencuri
mempraktikkan resepnya dengan sembarangan ia mencium aroma gosong di sana
tapi ia tidak menyesal telah berbagi ilmu meskipun muridmuridnya tidaklah selihai dirinya peracik itu kini mengincarmu mengharapkan dirimu untuk mewariskan ilmunya
koki yang selalu gosong dalam masakannya koki yang buruk dalam selera dan citarasa
dan memujimu sebagai koki paling hebat abad ini
pengintip
pengintip itu membutuhkan matamata yang lebar matamata yang mengetahui gerakgerik pengawasnya mata yang merah menahan amarah ketika hakhaknya diabaikan yang akan membuatnya selalu menjadi pengintip yang ingin tahu apa yang mereka kerjakan untuknya dalam segala gerakgerik yang telah ia palsukan
ini hanya tentang matamata yang ingin mengawasimu matamata yang ingin tahu segala kegiatanmu ia bukanlah pembantu setia dalam ceritacerita lama ia ingin tahu dirimu untuk menjebakmu dalam tindakantindakan yang ia harap kau lakukan
pengintip itu tak tahu yang ia awasi pun ternyata mempunyai mata yang tajam mata yang bisa menebak gerak matamatamu dalam kejadiankejadian yang diskenariokan
duamata itu akhirnya bertemu dalam isyarat kedipkedip matamata dan berakhir tidak bahagia
ayolah kau sangat menawan kasihku para pengelana yang mencari hewanhewan liar untuk ditaklukan para pengelana yang mencari buahbuah termanis dalam hidupnya
mesti terlarang kejar kenikmatan itu sampai keujungujungnya
dan ini dadaku bidang dan terluka tambatkan dirimu dalamdalam disana
ayo melesatlah kalahkan pecundang itu yang selalu mengeluh yang selalu merasa dirinya paling teraniaya kenangkanlah buahbuahan yang paling ranum dari dadadada gembur di tanah airmu kau adalah mesin yang sempurna dari dunia asing yang ternaungi daundaun dari hutan tropika kau adalah penjelmaan transportasi abad 21 yang tidak akan merengek menyesal telah hadir di semesta
maka kamu adalah hujan yang akan aku taburkan di tanahtanah di seantero nusantara
bergegaslah melintas diangkasa kenanglah daundaun kelapa yang bergerak kaku kenanglah burung yang terbang sebatangkara kenanglah aku yang takjemujemu menunggumu menantikan kedatanganmu dengan dadadada luka yang terus terbuka
pejalan
ia yang tak hentihenti berkelana mengunjungi kenalankenalan lama yang telah melupakan dirinya menyapa debu menyapa aspal menyapa rumputrumput liar menyapa dirimu yang tak lagi mengenalnya ingatkah kamu padaku seorang pejalan yang selalu akan mengajakmu untuk memanjakan kakimu mengikuti langkahlangkahnya memetakan dunia
tapi kamu selalu sibuk dengan persoalanpersoalan yang tidak ada habishabisnya
ia pun berkeras menapaki pikiranpikiranmu yang tandus kakikaki kecilnya bergerak pelan menghindar dari jebakanjebakan dan duriduri yang sering nampak di wajahmu
ia pun terus maju dan tak gentar ia sudah terlalu banyak kehilangan sahabat dan kenangkenagan dimana itu dulu tempat burungburung membangun sarangnya menetaskan anakanaknya yang selalu mencicitcicit merindukan ibunya dimana dulu sungai yang penuh ikanikan yang berkerumun berebut makanan yang kautebarkan dimana dulu aku yang selalu ada dikamarmu mendengarkan lagulagu lama
dan ia merasa telah terhapus jejakjejaknya dan berjanji untuk tidak akan mengganggunya lagi dengan perbuatanperbutan konyol semacam ini dan memutuskan menyusuri jalan yang sangat teduh dan rimbun dan istirahat di sana sebelum kau tertidur
pengetik
hurufhuruf yang disusunnya itu telah lelah mengulangulang katakata yang terus saja ditekan dari keyboard computer lamanya tak tik nya terdengar merdu di telinga pengetik seperti suara kakikaki kecil yang berloncatan di meja kerjanya ada seperti ia dikejarkejar dan takkan habishabis untuk berlari menghindar
adakalanya katakata itu mengeluh dan mengatakan telah bosan tapi terus saja pengetik itu menjentikkan jarijarinya di keyboard itu sampai ia hapal betul letakletak hurufhuruf tanpa harus mengamatinya seperti seorang yang berkelamin pertamakali
pengetik itu kadangkala sadar dan merasa ia seperti hurufhuruf yang diketikkannya terlempar dan terhampar di belantara ketikanketikan tuhan atau kadang ia merasa menjadi tuhan di depan layar monitor dan menyiksa hurufhuruf itu untuk menjadi murung tanpa tawa di dalam sajaksajak
tapi akhirakhir ini usahanya sedikit terhambat anakanak sekolah disekitarnya telah menjinjing laptop dan kalau bertemu dengannya kadang mencibir ia sebagai dinosaurus
kalau sudah begitu ia akan mendongakkan kepalanya seperti hendak menghindar dari kejadiankejadian yang akan datang yang dikarang oleh pengetik kehidupannya
peracik
ia terkenal sebagai pembuat bumbu yang tak ada duanya dan hapal segala macam ramuramuan bahkan ia pernah berkoar mampu membuat dan menghilangkan dirimu dalam sekali sajian ia mulai resah bumbubumbu rahasianya konon ada yang mencuri
mempraktikkan resepnya dengan sembarangan ia mencium aroma gosong di sana
tapi ia tidak menyesal telah berbagi ilmu meskipun muridmuridnya tidaklah selihai dirinya peracik itu kini mengincarmu mengharapkan dirimu untuk mewariskan ilmunya
koki yang selalu gosong dalam masakannya koki yang buruk dalam selera dan citarasa
dan memujimu sebagai koki paling hebat abad ini
pengintip
pengintip itu membutuhkan matamata yang lebar matamata yang mengetahui gerakgerik pengawasnya mata yang merah menahan amarah ketika hakhaknya diabaikan yang akan membuatnya selalu menjadi pengintip yang ingin tahu apa yang mereka kerjakan untuknya dalam segala gerakgerik yang telah ia palsukan
ini hanya tentang matamata yang ingin mengawasimu matamata yang ingin tahu segala kegiatanmu ia bukanlah pembantu setia dalam ceritacerita lama ia ingin tahu dirimu untuk menjebakmu dalam tindakantindakan yang ia harap kau lakukan
pengintip itu tak tahu yang ia awasi pun ternyata mempunyai mata yang tajam mata yang bisa menebak gerak matamatamu dalam kejadiankejadian yang diskenariokan
duamata itu akhirnya bertemu dalam isyarat kedipkedip matamata dan berakhir tidak bahagia
Langganan:
Postingan (Atom)
jika anda sebuah puisi dan seseorang yang berpapasan menanyakan alamat puisi, apa yang akan anda jawab? menunjuk ke pemakaman umum atau ada...
-
seperti dendam ia menekan bidang pipih di hadapannya yang selalu kau pijak itu telah terukur dalam benak presisi dalam tiap tarikan...
-
di lantai masjid ia mencium keramik yang serupa cermin yang memantulkan wajah kembaran mu juga cahaya yang dahulu pernah jauh berpisa...
-
jika anda sebuah puisi dan seseorang yang berpapasan menanyakan alamat puisi, apa yang akan anda jawab? menunjuk ke pemakaman umum atau ada...