ia tak mengucapkan selamat semacam kata hai aku kesepian
ia berbisik di gang dan lorong sepanjang kotamu
ia mengendap dalam langkahlangkah yang tak terpahami
dan tibatiba angin tak berhembus kau lalu meludah sepanjang jalan
hanya jalanjalan sepanjang kotamu dekil dan bau pesing
cat tembok yang mulai mengelupas ada di wajahmu
kusam dan menua aduh belum sempat aku raba
kotamu wajah tua itu
datang dan meminta dengan kenangankenangan cengeng
atau di pojok itu tempat biasa kita menghindari mimpimimpi
kita percakapkan apasaja dari dari presiden yang paling bangsat
sampai mampatnya wc di kamarmu
kita tertawa bersama tapi kupikir kau sedikit terlambat
waktu mungkin mulai tua di dirimu
sedang waktu ku semakin bocah saja
dengan terus membuat catatan semacam ini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
jika anda sebuah puisi dan seseorang yang berpapasan menanyakan alamat puisi, apa yang akan anda jawab? menunjuk ke pemakaman umum atau ada...
-
seperti dendam ia menekan bidang pipih di hadapannya yang selalu kau pijak itu telah terukur dalam benak presisi dalam tiap tarikan...
-
di lantai masjid ia mencium keramik yang serupa cermin yang memantulkan wajah kembaran mu juga cahaya yang dahulu pernah jauh berpisa...
-
jika anda sebuah puisi dan seseorang yang berpapasan menanyakan alamat puisi, apa yang akan anda jawab? menunjuk ke pemakaman umum atau ada...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar